Menu
Transaksi aman dan mudah - Harga bersaing - Kualitas bahan terbaik - Pengrajin handal - Menerima pesanan ke seluruh Indonesia

Sejarah Bedug

Bedug memiliki fungsi yang bermacam-macam, bedug umumnya adalh alat musik trasisional yang sejak ribuan tahun lalu digunakan sebagai alat komunikasi atau ritual keagamaan. Di Indonesia bedug biasa digunkan untuk pemberitahuan waktu shalat atau beribadah.

Bahan utama bedug adalah sepotong kayu besar yang panjangnya satu meter atau lebih. Bagian tengah batang dilubangi sehingga berbentuk tabung besar. Ujung yang ukurannya lebih lebar lalu ditutupi dengan kulit binatang, berfungsi sebagai selaput gendang atau membran, sehingga bila dipukul atau ditabuh akan muncul suara yang memiliki jangkaun cukup jauh, tergantung dari kerasnya tabuhan.

Kami menjual bedug murah hubungi 0813-1318-7405

Menurut legenda dari China. Saat laksamana Cheng Ho berkunjung ke Semarang, ia mendapat sambutan yang baik oleh Raja Semarang saat masa itu. Lalu saat Cheng Ho ingin pergi dan memberikan hadian, Raja Semarang mengatakan bahwa dirinya ingin mendengar bedug dari masjid. Seperti halnya di China yang biasa membunyikan bedug di kuil-kuil untuk ritual keagmaan. Sejak itulah, bedug kemudian menjadi bagian dari masjid.

Di Indonesia, sebuah bedug biasa dibunyikan untuk pemberitahuan mengani waktu salat atau sembahyang. Saat Orba berkuasa bedug pernah dikeluarkan dari surau dan mesjid karena mengandung unsur-unsur non-Islam. Bedug digantikan oleh pengeras suara. Hal itu dilakukan oleh kaum Islam modernis, namun warga NU melakukan perlawanan sehingga sampai sekarang dapat terlihat masih banyak masjid yang mempertahankan bedug.

Fungsi Bedug

Fungsi sosial, bedug berfungsi sebagai alat komunikasi atau petanda kegiatan masyarakat, mulai dari ibadah, petanda bahaya, hingga petanda berkumpulnya sebuah komunitas.

Fungsi estetika, bedug berfungsi dalam pengembangan dunia kreatif, konsep, dan budaya material musikal.

Cara Pembuatan Bedug adalah Pada awalnya, kambing atau sapi dikuliti. Kulit hewan yang biasa dibuat sebagai bahan baku bedug antara lain kulit kambing, sapi, kerbau, dan banteng. Kulit sapi putih memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan kulit sapi coklat. Sebab, kulit sapi putih lebih tebal daripada kulit sapi coklat, sehingga bunyi yang dihasilkannya akan berbeda disamping, keawetannya yang lebih rendah.

Kemudian, kulit tersebut direndam ke dalam air detergen sekitar 5-10 menit. Jangan terlalu lama agar tidak rusak. Lalu, kulit dijemur dengan cara dipanteng (digelar) supaya tidak mengerut. Setelah kering, diukur diameter kayu yang sudah dicat dan akan dibuat bedug. Seteleh selesai diukur, kulit tersebut dipasangkan pada kayu bonggol kayu yang sudah disiapkan. Proses penyatuan kulit hewan dengan kayu dilakukan dengan paku dan beberapa tali-temali.

Permainan (seni ngadulag)

Seni ngadulag berasal dari daerah Jawa Barat. Pada dasarnya, bedug memiliki fungsi yang sama seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Namun, tabuhan bedug di tiap-tiap daerah memiliki perbedaan dengan daerah lainnya, sehingga menjadikannya khas. Sehingga lahirlah sebuah istilah “Ngadulag” yang menunjuk pada sebuah keterampilan menabuh bedug.

Kini keterampilan menabuh bedug telah menjadi bentuk seni yang mandiri yaitu seni Ngadulag (permainan bedug). Di daerah Bojonglopang, Sukabumi, seni ngadulag telah menjadi sebuah kompetisi untuk mendapatkan penabuh bedug terbaik. Kompetisi terbagi menjadi 2 kategori, yaitu keindahan dan ketahanan. Keindahan mengutamakan irama dan ritme tabuhan bedug, sedangkan ketahanan mengutamakan daya tahan menabuh atau seberapa lama kekuatan menabuh bedug.

Kompetisi ini diikuti oleh laki-laki dan perempuan. Dari permainan inilah seni menabuh bedug mengalami perkembangan. Dahulu, peralatan seni menabuh bedug hanya terdiri dari bedug, kohkol, dan terompet. Tapi kini peralatannya pun mengalami perkembangan. Selain yang telah disebutkan di atas, menabuh bedug kini juga dilengkapi dengan alat-alat musik seperti gitar, keyboard, dan simbal.

Bedug Terbesar di Dunia

Bedug terbesar di dunia berada di dalam Masjid Darul Muttaqien, Purworejo. Bedug ini merupakan karya besar umat Islam yang pembuatannya diperintahkan oleh Adipati Tjokronagoro I, Bupati Purworejo pertama. dibuat pada tahun 1762 Jawa atau 1834 M. Dan diberi nama Kyai Begelan. Ukuran atau spesifikasi bedug ini adalah : Panjang 292 cm, keliling bagian depan 601 cm, keliling bagian belakang 564 cm, diameter bagian depan 194 cm, diameter bagian belakang 180 cm. Bagian yang ditabuh dari bedug ini dibuat dari kulit banteng. Bedug raksasa ini dirancang sebagai “sarana komunikasi” untuk mengundang jamaah hingga terdengar sejauh-jauhnya lewat tabuhan bedug sebagai tanda waktu salat menjelang adzan dikumandangkan.

Bedug Masjid Murah Berkualitas langsung dari Pengrajin, Produsen, Pabrik. Siap Antar seluruh Indonesia. Terbuat dari Kulit Kerbau Sapi Asli. Awet & Tahan Lama. Cocok untuk masjid, kuil, event, pilkada, takbiran dll. hub. 0813-1318-7405.

Statistik Pengunjung

14195
Visit Today : 23
Visit Yesterday : 40
Total Visit : 14195
Hits Today : 29
Who's Online : 1